[1]Artikel ini dibuat untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam hal teknik atau tata cara perawatan Aglaonema.
Sebagaimana kita ketahui, masalah perawatan aglaonema berbeda-beda tiap hobiis dan nursery. Perawatan Aglaonema yang kami paparkan di sini adalah perawatan aglaonema yang selama ini dilakukan oleh Kami Kaoru Florist (www.fai-kao.com [2]), (yang menurut kami) yang telah memberikan hasil yang menggembirakan dimana pertumbuhan aglaonema-aglaonema di kebun tempat kami bercengkrama dengan Sang Ratu daun ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Dan kami menyebutnya ”Perawatan Aglaonema Ala Fai-Kao.com. Adapun photo-photo yang terlampir ini adalah photo-photo yang diambil dari beberapa aktifitas kami yang lakukan sendiri.
I. MEDIA TANAM
Pendahuluan
Pertama-tama mari kita tinjau persoalan media tanam. Masalah media tanam bisa dibilang termasuk faktor paling utama, karena merupakan media dimana sang ratu daun akan hidup.
Penggunaan Media yang tepat dan sesuai membuat aglaonema tumbuh lebih subur, lebih sehat dan lebih berkembang sesuai dengan fisiologis tanaman / jenis aslinya. Menurut beberapa literatur, faktor keasaman media tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan aglaonema itu sendiri juga mempengaruhi ketahanan terhadap serangan penyakit tanaman, terutama yang disebabkan oleh jamur (fungi) dan bakteri (bactery).
Media tanam yang terlalu asam (indikator faktor keasaman pH yang kurang dari dari 7), akan membuat aglaonema lebih mudah terserang penyakit, karena penyebab sakit tersebut (jamur atau bakteri) lebih mudah tumbuh berkembang di dalam media seperti ini. Adapun salah satu diantara sebab media menjadi asam diantaranya media terlalu lama menahan air, dengan kata lain kondisi media terlalu sering dalam keadaan ”becek” atau bisa juga terdorong oleh air hujan yang kebetulan untuk daerah tertentu dan waktu tertentu yang bisa menyebabkan keasaam tanah meningkat.
Media tanam memang banyak ragamnya, tergantung selera, pengalaman pribadi orang-perorang dan juga tergantung iklim tertentu, serta bisa juga karena keawaman penggunaannya. Menurut kami, media tanam yang ada dipasaran termasuk media tanam hasil racikan media racikan dari kami (media tanam fai-kao.com), bukanlah media yang ”mutlak” harus digunakan. Beberapa pengalaman orang-orang tertentu, penggunaan media tanah asli juga bisa membantu juga, dan tidak harus terlalu ”diistimewakan”. Akan tetapi, tujuan atau goal tiap orang memelihara aglaonema tentu banyak ragamnya, ada yang sangat ingin akarnya banyak saja sehingga yang bersangkutan berfikir, masalah anak/tunas dan pertumbuhan akan berjalan alami selama akar tumbuh cukup dan sehat. Ada juga yang ingin mendapatkan anakan atau tunas lebih cepat, ada juga yang menginginkan corak warnanya konsisten, tetapi ada juga yang ingin coraknya berubah lebih merah, atau lebih hijau atau bahkan yang ada yang ingin berubah total yang disebut mutasi dan yang terakhir sebagian orang lain adalah kekhawatiran penggunaan media yang salah karena sang Ratu daun yang mahal harganya (relatif).
Perbedaan pemakaian media untuk tujuan dan pengetahuan yang berbeda-beda merupakan sesuatu yang wajar, oleh karena itu, disini, fai-kao.com bermaksud menyajikan media tanam versi fai-kao.com untuk dijadikan alternatif pilihan untuk digunakan.
Media tanam fai-kao.com
Media tanam yang kami gunakan adalah media tanam hasil racikan sendiri. Di awal-awal pembudidayaan aglaonema, kami telah mencoba beberapa jenis komposisi racikan, dan sampai dimana kami telah menemukan dan sedang menggunakan racikan media tanam sendiri yang terakhir (baca: paling mutakhir).
Media tanam racikan ini kami rancang di awal dengan tidak dimulai dari angka prosentase komposisinya, sehingga kadang kami bingung sendiri, sebenarnya berapa persen (%) komposisinya...? Tetapi setelah di periksa dan diamati, kurang lebih seperti berikut alternatifnya:
Media tanam hasil racikan ini menghasilkan media yang sangat poros, sehingga andaikan disiram dengan jumlah air yang banyak sekalipun bahkan menggunakan kucuran air langsung dari keran juga tidak bermasalah, karena air tersebut akan langsung mengalir keluar di bawah media. Dengan kata lain akan sangat poros.
Keuntungan dari media ini diantara yang kami peroleh berupa kondisi aktual adalah:
Kekurangan dari media ini diantaranya:
Bagi pemakai yang “malas” melakukan penyiraman, karena media tanam cepat kering. Solusinya, jangan terlalu jauh jarak waktu penyiraman, dan jika tidak bisa dihindari, tambahan media sekam bakar 10% lagi, atau dengan cocopeat, tetapi dengan porsi yang sangat-sangat sedikit (karena kami tidak menyukai penggunaan cocopeat ini). Tetapi kekurangan ini bukanlah menjadi suatu kekurangan andaikan kita bisa menjaga waktu penyiraman.
Dan andaikan dari para pembaca ada yang berminat untuk memesan media tanam hasil racikan kami sendiri, bisa order, paling tidak 2-3hari sebelumnya, karena kami akan meracik media berdasarkan keperluan, jadi, kami tidak membuat untuk stok dengaan harapan media yang akan diterima oleh peminat adalah media tanam yang benar-benar baru atau “Fresh”. Selain itu, khusus untuk jenis pakis yang kami gunakan, tidak sembarang pakis, tetapi pakis yang “menurut kami” layak dan berkualitas yang akan kami gunakan, sehingga andaikan stok pakis yang yang ada dipasaran tidak ada yang memenuhi kriteria (menurut kami), mungkin stock akan terhambat karena kami tidak biasa “memaksa” meraciknya dengan pakis yang seadanya.
Permasalah dalam berjualan media ini adalah di pengiriman, sehingga bagi pembaca yang berminat silahkan hubungi dede 081385317086 atau dedemeki@centrin.net.id dan diharapkan diambil sendiri (di lokasi kebun di Parung bogor atau di rumah di depok atau di tempak bekerja di pancoran jakarta selatan). Di jual atas pesanan ukuran karung 20kg dengan harga Rp. 30ribu per karung.
Prinsi kami yang berkenaan dengan media tanam aglaonema adalah, Kami menyadari bahwa media racikan ini memang bukanlah media tanam aglaonema nomor 1(satu) di dunia dan tidak memiliki jaminan tertentu, tetapi selama kami berkecimpung dengan aglaonema, dengan beberapa kali menggunakan media tanam baik yang telah ada di pasaran maupun yang telah kami racik sebelumnya (trial and error), kami merasakan media yang terakhir ini, yang telah memberikan keyakinan kepada kami untuk mendapatkan aglaonema yang lebih sehat, tumbuh subur, corak dipertahankan, perakaran tidak terhambat serta sedikit banyaknya telah memberikan hasi berupa “produksi” (baca: perbanyakan) agalonema.
II. METODA PENYIRAMAN AGLAONEMA ALA FAI-KAO.COM
Metoda penyiraman yang biasa kami lakukan yang sudah pasti menggunakan Baode sebagai ZPT (Zat Pengatur Tumbuh – Fithohormone) dan Pupuk unggulan Kami, yang telah memerikan hasil yang tidak mengecewakan apalagi menyakitkan dan bahkan menyenangkan hati. Bagaimana tidak, aglaonema yang mau “Die” saja bisa diusahakan untuk survive lagi, juga aglaonema yang sedikit akar, dalam kurun waktu dibawah 1½ bulan, akar baru bisa mampu keluar, serta yang tak kalah penting adalah penambahan daun dan kecerahan corak daun serta kesegaran sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Termasuk juga untuk perawatan yang khusus untuk aglaonema yang baru datang dari luar masuk ke kebun, baik itu aglaonema lokal maupun aglaonema import, sudah dipastikan tahap pertama adalah kami mengganti media tanamnya dengan media racikan kami kemudian akan kami perkecil pemakaian potnya sedemikian sehingga proporsional.
Adapun metoda penyiraman yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
- Serbuk coklat Baode Daun diambil sebanyak kurang labih 2-3pentol korek api, lalu dilarutkan dengan air dalam botol air mineral ukuran 600ml, dikocok sampai larut, sehingga diperoleh larutan “biang” berwarna “kecoklatan”. Untuk dosis ini, bisa ditingkatkan bertahap sesuai dengan keinginan, dengan kata lain, dosis lebih tinggi tidak berefek negatif, bahkan bisa lebih bagus hasilnya. Dari “biang” tersebut, diambil 3-5tutup botol air mineral tersebut kemudian dilarutkan lagi dengan air 1 liter atau lebih untuk sekali penyiraman. Dan dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari. Penyiraman ini dilakukan dengan cara disemprotkan ke permukaan daun atas dan bawah serta batang dengan “sprayer” (mirip pengkabutan)
- Untuk cara kedua, seperti halnya nomor (a) di atas tetapi si “biang” dalam botol air mineral tersebut, dibagi 6 atau 7 bagian, dimana 1 bagian digunakan untuk sekali penyiraman dengan cara yang sama.
- Untuk cara ketiga, larutan baode daun ukuran 1-2pentol korek api tersebut langsung dilarutkan dengan air 1-2liter dan dilakukan seminggu sekali disemprotkan sampai basah ke daun dan ke media tanam. Seminggu sekali dilakukan diantara pemakaian baode akar.
4. Dalam pertengahan minggu atau 3 hari setelah penyiraman baode akar, sudah dipastikan media akan kering (bergantung cuaca) sehingga untuk menjaga kelembaban media yang cukup, dilakukan penyiraman media sampai basah/tiris dengan air bersih biasa, atau dengan kata lain diguyur air. 5. Dalam kurun waktu sebulan atau 2 minggu sekali, baik dilakukan bersamaan dengan baode daun, larutan untuk penyiraman ditambahkan nutrisi unsur micro ½ dosis dari yang tertera dalam produk. Untuk pemenuhan unsur micro ini, Kami menggunakan merek METALIK. Selain itu, kami juga menambahkan kebutuhan calsium yang ditambahkan sedikit. Merek yang digunakan adalah Growmore Calcium. Tetapi untuk penambahan calsium ini kami gunakan kadang-kadang berpola “seingat-nya” saja. Kadang sebulan sekali kadang 2 bulan. Tetapi untuk tanaman yang kelihatannya ada gangguan penyakit atau ketika musim hujan, kebutuhan akan calsium menjadi perhatian.
Untuk penggunaan pupuk lain (bagi yang mau menggunakan), kami juga menggunakan pupuk slow release pada saat repotting baik itu merek Osmocote maupun dekastar, dan kami menggunakan yang berimbang (13-13-13+TE) sedangkan untuk merek osmocote (original import – dijual dalam toples), karena tidak mendapatkan yang berimbang, kami gunakan dengan unsur N (nitrogen) yang lebih tinggi tetapi tidak terlalu tinggi (19-6-12). Selain pupuk slow release, kami juga kadang-kadang menambahkan hyponex berimbang 20-20-20 sebulan sekali atau 2 minggu sekali dengan dosis rendah. Dan dilakukan bisa bersamaan dengan baode daun.
Berikut gambaran pelaksanaanya dengan photo:
III. Repotting atau penggantian media dan/atau pot
Repoting atau penggantian media tanam dengan yang baru dikarenakan beberapa hal, diantaranya dengan alasan ukuran pot terlalu kecil atau terlalu besar atau karena memang media tanam sudah mencapai umur 5-6bulan.
Kami biasa mengganti media tanam bisa 5-6bulan sekali atau bahkan bisa 8-10bulan sekali. Tetapi kalau penggemar aglaonema dengan jumlah tanaman yang lebih sedikit mungkin bisa lebih terkontrol dan lebih optimun dilakukan repoting 4-5bulan sekali.
Sebagai sharing, pengguna baode seperti kami, pada saat repoting, media tanam yang lama akan terlihat lebih hancur dikarenakan kemampuan baode akar menguraikan unsur organik di dalam media untuk dijadikan hara. Silahkan dibuktikan.
Adapun urutan repoting cara fai-kao adalah sebagai berikut:
Berikut photo-photo tahap-tahap repoting aglaonema :
IV. Perawatan dari serangan jamur dan bakteri
Serangan jamur dan bakteri, merupakan dua hal yang paling ”menakutkan” terhadap aglaonema kita. Serangan penyakit ini memang tidak diundang, dan sebab-sebabnya juga bisa bermacam-macam yang tentu tidak bisa dilihat. Sehingga tindakan pencegahan / preventif lebih utama dari pada mengobatinya.
Kadang penularannya dari sesama aglaonema yang sakit, atau dari tanaman lain sekitar lingkungan tempat kita, atau yang melalui media yang asam, bisa juga dari pengaruh penularan melalui tangan yang telah menyentuh tanaman lain yang sakit.
Untuk tindakan pencegahan / preventif, kalau dilihat dari literatur Bao De ini sendiri (en.baode.cc), dari hasil penelitian Unversitas California Amerika, menghasilkan diantaranya, baode memiliki kemampuan untuk bisa melakukan tindakan preventif untuk pencegahan dari serangan jamur dan bakteri. Seperti tertulis dari pihak bersangkutan: ”……Prevent and resist diseases, promote crops to grow. BDTM fungus through the competition of space and nutrition, suppress harmful microorganism such as pathogen to breed; through resisting function, kill or suppress pathogens, form a biological barrier in root border, prevent the invasion of pathogens, fixing, play a role in reducing disease (especially the soil-spread disease). Test by The American California University, it indicates BDTM can prevent the following germinas and virus from infract crops: Bacterium: Erwina Hrysanthemi, Clavibacter Michiganense, Pseudomonas Solanceraum, Xanthomonas, Erwinia Carotovora, Pseudomonas Syringae, Eriwinia Carotovoral Subsp Carotovra, Xanthomonas Campestris Pv Oryzae, Pseudomonas Syringe Pv, Lachrynians. Epiphyte: Aspergillus, Chaetomium sp., Phytophthora Citrophthora, Phytophthora parasitica, Phythium Ultimum, Phytophthora cinnamomi, Bipolairs sp., Colletotrichum Magna, Verticillium Albo-atrum Phytophtora Cactorum, Rhizoctonia Solani, Verticillium sp., Pyrhium Aphanidermatum, Sclerotium Rolfsii Fusarium Oxysporum, Cephalosporium sp., Phytophthora Cirticola, Verticillium Dahliae, Fusarium Oxysporum f.sp.niveum, Pellicularia Sasakii,Phytophthora Parasiti Virus: Tobacco Mosaic virus, Potato virus, Cucumber Mosaic virus, etc……
Tetapi bukan merupakan jaminan, karena Baode tidak dibuat sebagai anti jamur atau anti bekteri (obat anti bakteri/jamur pun tidak menjamin juga). Akan tetapi, selama ini, penggunaan anti jamur dan anti bakteri di tempat kami, bisa dibilang tidak menggunakannya, kami berusaha untuk “mengandalkan” support lain dari baode saja, dan hasilnya bisa dibilang support untuk pencegahan.
Bagi pembaca yang mau dan lebih yakin dengan anti jamur dan bakteri dipasaran, berikut saran dari kami (kalau boleh disarankan):
Peringatan! Untuk pengguna baode, penggunaan bakterisida ataupun fungisida, HARUS berselang 5 hari dari penggunaan Baode Akar.
V. Penutup
Demikian tips dari www.fai-kao.com semoga bermanfaat bagi kita semua, segala kritik, saran, tambahan, atau ide yang lebih inovatif, kami terbuka dan silahkan kontak ke dedemeki@centrin.net.id
Termasuk apabila ada pertanyaan-pertanyaan silahkan.
Uraian terakhir dari kami adalah disini kami menyajikan untuk berbagi informasi untuk kepentingan kalangan sendiri, sehingga sesama penggemat aglaonema, kita bisa tetap semangat dan tidak cepat putus asa dari pengalaman sebelumnya. Semoga informasi ini sangat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Untuk produk selain Baode yang tersebutkan di atas, kami tidak memiliki hubungan apapun dengan produsennya. Apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan atau bahkan tidak bermutu, kami sampaikan mohon ma’af, semoga kritikan dari pembaca yang membangun bisa membantu meningkatkan kualitas penulisan ini. Salam Aglaonema sang Ratu Daun...
Wassalam
Penulis
Dede Meki Mekiyanto
Kaoru Florist
www.fai-kao.com [6]
www.keboen-online.com [7]
dedemeki@centrin.net.id [8]
081385317086
_______________
Links:
[1] http://www.fai-kao.com/2008/05/26/perakara_baode_dalam_kurun_waktu_2_bulan
[2] http://www.fai-kao.com
[3] http://www.fai-kao.com/2008/05/25/pemakaian_baode_akar
[4] http://www.fai-kao.com/2008/05/25/pemakaian_baode_daun
[5] http://www.fai-kao.com/2008/05/25/urutan_repoting_aglaonema
[6] http://www.fai-kao.com
[7] http://www.keboen-online.com
[8] mailto:dedemeki@centrin.net.id
[9] http://www.fai-kao.com/2008/02/26/akar_baru_banyak_yang_keluar