Blogs
Pengantar: Sejak saya ikutan beberapa situs jejaring sosial seperti facebook/FB, atau fraindster dll, ada beberapa hal yang sering muncul dari beberapa 'status' yang mungkin pembaca juga pernah merasakannya, yaitu "MENGELUH". Baik itu Mengeluh-kan Cuaca (yang diberikan atas Kehendak Tuhan) maupun keluhan karena sebab-sebab kecil yang samaaaa sekali tidak perlu dibesar-besarkan. Mungkin kisah berikut bisa menginspirasi, semoga membantu
"ANTARA SABAR DAN MENGELUH"
Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.
Di dalam Kitab ighatsah al-lahfan, Karya Ibn Al-Qayyim, beliau menjelaskan lima belas (15) muslihat dan tipu daya setan pada manusia yang senantiasa diterpak tiada pernah henti oleh setan. Dimana sang setan memiliki anggaran yang besar dan teknik yang tinggi untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya manusia dijadikan temannya
Yang berikut adalah kelanjutan dari muslihat-muslihat sebelumnya. Berikut adalah Muslihat ke-12, semoga bermanfaat.
12 Muslihat Keduabelas
oleh: Dede Meki Mekiyanto
Pembaca yang Budiman, di bulan November 2009 dunia perfilman Indonesia menghadirkan kembali sebuah film yang sarat akan realita kehidupan sebagian diantara masyarakat kita dan sarat akan HIKMAH. Emak Ingin Naik Haji, itulah judulnya yang diangkat dari sebuah cerpen karya Asma Nadia tahun 2007 dengan judul yang sama, Emak Ingin Naik Haji.
Saya, penulis telah menonton film Emak Ingin Naik Haji ini berniat untuk mencoba bermaksud untuk berbagi Hikmah yang tentu Hikmah ini adalah dari sudut dan cara pandang pribadi saya sendiri. Yang mungkin bisa berbeda dengan yang lain.
Sebelum berlanjut ke Hikmah, tanggapan saya akan film ini adalah, Bagus, meskipun ringan tapi mengandung hikmah yang sangat dalam. Hebat..!
Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Pemberi rahmat (kasih sayang). Bahkan sayangNya terhadap hamba-hambaNya lebih dari sayangnya seorang ibu kepada anaknya. Dengan kasih sayangNya, Dia menciptakan kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan rizki kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan kesehatan kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan makan dan minum, pakaian serta tempat tinggal kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia menunjukkan kita kepada Islam dan Iman serta amal shalih. Dengan rahmatNya, Dia mengajarkan kepada kita apa yang tidak kita ketahui. Dengan rahmatNya, Dia memalingkan kejahatan musuh-musuh dari diri kita. Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya Allah Ta'ala membela orang-orang yang telah beriman." (QS. al-Hajj: 38).
Kisah-kisah yang mungkin nyata dan mungkin juga khayalan berkenaan dengan facebook
Seorang ayah bertanya kepada anaknya, “Nak…. Bagaimana hasil ulangan hari ini, ok kan..”, Anak menjawab : “lihat di status facebook ananda saja Pah..”
Seorang Atasan sebuah perusahaan Sales bertanya kepada seorang sales man “Bagaimana penjualan sampai siang ini, ada kemajuan..?” sang salesman menjawab, “Untuk masalah itu, Bapak bisa lihat update status facebook saya saja untuk melihat perkembangan”
Oleh: Dede Meki Mekiyanto
Dari sekian banyak contoh untuk berfikir positif dan perasaan positif, baik yang diajarkan dari Barat mapun dari Agama, telah terbukti bisa membantu dan mendorong kebahagiaan.
Ada suatu kisah nyata, yang diberitahukan oleh seorang kawan tentang seorang temannya di kampung di salah satu kota di Jawa Timur.
Sebut saja teman dari seorang kawan saya bernama Tono (nama samaran). Si Tono sedang mengendarai motornya di jalur kiri dimana pada waktu itu ada sebuah mobil yang sedang melaju dengan kecepatan normal.
Siomay menteng telah dibuka di DTC Maharaja Depok (sawangan). Tepatnya di FOOD CITY DTC Maharaja sekitar parkiran motor.
Kalau anda dari terminal margonda, bisa naik Angkutan Kota 03 (angkot 03) yang ke arah Parung. Bisa bertanya ke Pak Supir untuk turun di DTC Maharaja Depok, Jalan Raya Sawangan. Food city adanya di sini sebelah kanan gedung, sekitar parkiran motor, sudah bisa langsung terlihat Siomay Menteng.
oleh : Dede meki mekiyanto
Tiba-tiba teringat pada suatu pengajian waktu di kampung dulu ketika masih SMA di Kuningan Jawa Barat. Terdapat 2 topik yang pada hari ini saya ingat yang ingin dibagikan kepada pembaca dengan berharap mengandung hikmah bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
Yang pertama berjudul "Hati manusia bagaikan tanah, sedangkan pohon yang ditanam adalah kebaikan yang ingin ambil buahnya kelak.
Yang kedua berjudul "Analogi Pembersihan jiwa bagi seorang hamba beriman yang memiliki dosa sebelum masuk Surga"
Meskipun singkat, Pada kesempatan ini, saya coba tuliskan lagi untuk judul pertama terlebih dahulu. (yang kedua di judul post terpisah)
Bagi pecinta Siomay dimana pun berada, terutama untuk yang ada di bilangan SAWANGAN DEPOK, Insya Allah tanggal 18 Oktober 2009 launching "SIOMAY MENTENG" di MALL DEPOK TOWN CENTER atau lebih dikenal dengan Nama DTC Maharaja. Adapun lokasi tepatnya di kecamatan Pancoran Mas Depok. (Behubung mengikuti masukan dari beberapa peminat, LAUNCHING Kami Majukan HARI SABTU 17 OKTOBER 2009)
Selain kami buka counter baru di DTC ini, kami juga melayani Pesan antar dan juga Menerima Pesanan untuk keperluan Pesta Perkawinan, Sunatan, Snack untuk arisan, dan acara-acara lainnya.
Untuk pesanan keperluan Pesta, arisan, atau untuk acara event-event tertentu, silahkan kontak 0813 85317086 atau 021-9424 9537
Seri II : Memantaskan diri mendapatkan apa yang kita inginkan
Oleh Dede meki mekiyanto
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S Ibrahim 14:7)
Dalam hal kepemilikan dan perolehan harta, tentu kita memiliki keinginan untuk mendapatkan sesuai yang kita inginkan. Tapi kadang kita lupa atau khilaf dimana kita berfikir, berperilaku dan berlaku yang TIDAK MEMANTASKAN diri untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita jujur, berarti kita pantas mendapatkan buah dari kejujuran, kita beryukur berarti kita memantaskan diri untuk mendapatkan yang lebih. Kisah ilusratif berikut semoga membuka fikiran kita untuk itu.
Ada yang bertanya, kenapa masalah yang dihadapi selalu membayangi sehingga semangat menurun?. Kenapa jika saya melihat seseorang tertentu selalu kesal dan marah, padalah masalahnya telah lama berlalu?. Kenapa sulit tidur ketika ocehan teman selalu terhiang?. Kenapa sering kesal jika ada yang gaduh di masjid ketika sholat? Kenapa suka refleks marahin kendaraan lain yang mepet kendaran kita padahal tidak kena? Jika di pusat perbelanjaan sedang ramai sekali, sehingga terasa ruwet melihatnya, mendingan keluar daripada pusing?… dll..
Sekelumit pertanyaan
Oleh: Prasety M. Brata (Mind provocateur)
Prof. Jalaludin Rachmat yang akrab disapa Kang Jalal, beberapa tahun lalu pernah bercerita. Ada Suatu penelitian terhadap ciri-ciri suatu bangsa. Ada yang gentlement (Inggris), menghargai waktu (Jerman), disiplin (Jepang, kalau tidak salah) dan seterusnya. tiba gilirian Indonesia, ciri yang menonjol adalah inconsiderate, artinya tidak peduli terhadap kepentingan orang lain. Lho kok jauh terbalik dengan doktrin para guru, orang tua, teman, dan panatar P4 sewaktu saya masih sekolah?
Katanya bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, santun dan gotong royong, dan suka menolong?
Saya lantas mencari pembenaran atas hasil penelitian itu. Ooooo… pantes. Perilaku orang-orang Indonesia di sekeliling saya saat ini memang mendukung hasil penelitian itu. Agar tidak menjadi bagian dari cap inconsiderate, saya memutuskan untuk memberi ‘perintah’ kepada diri saya sendiri seperti ini:
Oleh
Dede meki mekiyanto
Diantara pembaca mungkin ada yang pernah melihat salah satu episode dalam film komedi Mr. Bean ketika Mr. Bean akan mengganti pakaian di pinggir pantai. Pada saat dia akan mengganti pakaian, terdapat seorang lelaki berkacamata hitam sedang duduk di kursi. Mr bean merasa risi karena sesekali si pria berkacamata hitam itu sering mengadapkan wajahnya ke arah Mr. Bean dan Bean menganggap pria tadi melihat dan memperhatikan apa yang dilakukannya. Karena dia merasa perlu untuk ganti pakaian dalam, dengan terpaksa dan meski susah payah Mr. Bean mengganti pakaian dengan triknya dia agar tidak memalukannya dihadapan orang itu. Dan akhirnya setelah bersusah payah Mr. Bean berhasil mengganti pakaian. Akan tetapi seketika itu pula pria berkacamata hitam berdiri dan berjalan menggunakan tongkat. Eh…. Rupanya si pria berkacamata itu Buta alias tidak bisa melihat. He…he….
Lantunan asmaul husna yang dibawakan oleh grup musik hijjaz membantu untuk memudahkan menghafal asmaul husna nya dan lantunannya sangat enak didengar.
Telah mencoba mencari lirik asmaul husna hijjazz tidak dapat-dapat, akhirnya saya menemukan lirik tersebut dari web site hijjaz sendiri tapi dalam tulisan arab,(lihat) Setelah mencari lagi ternyata liriknya sama dengan salah satu dari 51 kumpulan wirid kanjeng sepuh, tepatnya wirid ke-48 (AL-ASMAUL HUSNA Nas-aluka). Dalam wirid kanjeng sepuh tersebut ada beberapa juga yang sering kita dengar, diantaranya wirid ke-23 Astagfirullah (Astaghfirullah wabbal baraayaa, astaghfirullah minal khathayaa ; Rabbii zidnii ‘ilman naafi’an, wawaffiqnii ‘amalan maqbuulaa) dll. Untuk lengkapnya bisa di klik di sini atau di sini
Berikut adalah lirik asmaul husna hijjaz yang dimasud.
Semoga lirik ini berguna untuk kita semua amiin..
Seri I : ‘WAKTU yang TEPAT’
Oleh dede meki mekiyanto
“Dan pada sisi Alloh-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” QS. Al-An’am ; 59
Waktu
Waktu merupakan salah satu komponen dalam perjalanan hidup kita di muka bumi ini. Seperti salah satu pepatah mengatakan ‘you have watch but you don’t have time’.
Semenjak menjadi mahasiswa di Bandung kurang lebih di tingkat III (1998), saya menjadi perokok aktif sampai dengan Kurang lebih di kuarter kedua tahun 2008 (tidak nyadar udah 10tahun merokok.... hiks...).
Semasa itu, mungkin saya dan beberapa perokok aktif juga memiliki alasan kenapa tidak mau berhenti merokok, bisa karena alasan pergaulan, atau untuk mudah bergaul dengan customer, atau karena kegiatan proyek yang menyedot tenaga dan fikiran, dll, sehingga berbagai inputan tentang bahaya merokok atau lainnya yang mengarah ketidakbaikan merokok sangat ‘tidak mempan’ dan bahkan saya selalu memiliki alasan untuk menjawab dan mencari alasan pembenaran atas informasi itu. Mungkin sama seperti dengan para perokok yang masih aktif sekarang.
Link terkait : http://www.fai-kao.com/node/1128
Kaget dengan ungkapan di atas..? ungkapan di atas adalah rasa syukur kepada Allah SWT, dan bukan ungkapan bohong, tapi ini adalah ungkapan dari rasa KENYATAAN
Bagaimana tidak, salah satu favourite makananku adalah mie ayam baso Kampung sendiri. Dan setelah sekian banyak tempat mangkal mie ayam saya 'jajal', ternyata tidak ada yang mampu mengalahkan nikmatnya mie ayam baso Azzami di Kuningan Jawa Barat.

Oleh Dede meki
Alkisah seorang warga masyarakat di suatu perkampungan menginginkan memiliki tempat ibadah yang sudah bertahun-tahun tidak pernah terbangun. Yang ada adalah surau kecil yang sudah tidak layak digunakan lagi. Telah banyak dan berulang program rencana pengumpulan dana dilakukan dengan berbagai cara, tapi belum mebuahkan hasil. Suatu hari terlintas dalam fikirannya akan kekuatan uang bernilai ‘receh’. Bermula dari mencoba-coba melakukan perhitungan berupa ‘andaikan’. Andaikan setiap insan di kampung itu menyisihkan sebagian kecil berupa recehan, baik itu sisa belanjaan maupun sisa jajan di warung atau sisa kembalian dari bayaran kreditan barang missal Rp. 500/hari dan dilakukan setiap hari dan oleh seluruh warga yang saat itu kira-kira berjumlah 100orang. Berarti akan terkumpul sebanyak Rp. 500 x 30hari x 100 orang = 1.500.000 per bulan, berarti dalam setahun akan terkumpul Rp. 18.000.000 dan akan berarti akan menjadi Rp. 36.000.000 dalam 2 tahun sreta Rp. 54.000.000 dalam 3 tahun. Jadi
Bagi penikmat mie ayam, mungkin kata-kata MIE AYAM KAMPUNG sering terdengar dari beberapa penggemar mie ayam yang mungkin sudah berasa 'bosan' dengan mie ayam rasa resto atau rasa Mall.
Seperti halnya saya sendiri merupakan penggemar mie ayam juga paling suka mie ayam yang memiliki cita rasa mie ayam enak rasa kampung...
mengapa...? karena tentu rasanya membumi... ha....ha...
Bagi yang ada di depok khususnya, silahkan kunjungi mie ayam enak rasa kampung di Jl. Raya Bogor KM 35, Cisalak-Cimanggis Depok.
Tepatnya di gerbang pintu masuk perumahan Ex Karyawan DEPPEN (departemen penerangan).
Untuk jelasnya silahkan klik photo-photo di bawah, ada petanya juga,
mari berkunjung, pasti enak mie ayamnya
Pada kesempatan ini saya coba menulis tentang sebuah cara menambah pundi-pundi dollar. Kesempatan itu datang dari Perfect Money. Jika anda kenal yang namanya PayPal pasti tidak sulit untuk memahami yang namanya Perfect Money. Karena PayPal dan memiliki cara kerja yang sama yaitu sama-sama sebagai Bank online. Perfect Money merupakan perusahaan Bank online yang berbasis di Panama.
Pemimpin seperti apakah yang kita inginkan..?
Dialah pemimpin yang sebetulnya TIDAK INGIN jadi pemimpin....
Pemimpin yang layak dipilih ialah pemimpin yang dalam hatinya tidak ingin dipilih,
Adakah pemimpin semacam itu..? ADA, tetapi tidak mudah menemukannya
Keberhasilan suatu bangsa menemukan pemimpin dengan kualitas itu adalah rahmat bagi negaranya.
Itulah pemimpin yang sepi dari pamrih kekuasaan
Berkuasa hanya sekedar untuk menyalurkan hasrat kebaikannya, itu pun jika terpaksa
Artinya Dia tidak menawar-nawarkan diri, melainkan keadaanlah yang memanggilnya
Oleh:Andy F Noya
Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.
Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya?
Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tetidur di dalam mobil.
Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi.
Saya pesen ke supir saya: "Nanti di depan ke kiri ya".
"Masih banyak, Pak Ustadz".
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan.
Saya pengen pipis.
Di antara shalat sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah shalat dhuha. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, ''Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepada tiga hal, pertama supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, kedua supaya shalat dhuha dua rakaat, dan ketiga supaya shalat witir sebelum tidur.'' (HR Bukhari Muslim).
Shalat dhuha dilaksanakan pagi hari ketika matahari sudah menampakkan sinarnya. Rasulullah SAW bersabda, '
Oleh: A. Walid
Bersyukur dan berbahagialah menjadi bangsa Indonesia. Bangsa yang oleh Allah Swt ditempatkan di negeri yang kaya raya. Tanah yang untuk semua jenis tanaman dapat tumbuh subur.
Bagi pembaca yang suka makan sop kambing seperti saya ini..... terutama bagi yang golongan darah O, silahkan coba sop kambing di bilangan pancoran ini.
Dia buka setiap pukul 17.30 sampai dini hari, tempatnya di Kelurahan pancoran.
Patokan 1: kalau dari tugu pancoran, kurang lebih 300m, di sebelah kanan setelah pom bensin AURI
Patokan 2: kalau dari arah pasar minggu ke arah pancoran, sebelum POM bensin AURI, cari tempat bergambar seperti di atas.
Pokoknya mantaf habis sopnya, seger sekali, kuahnya saja sampe habis total saya seruput..
Nah.... ini dia Sop nya........
Mas Sardi Ini juga, walau dia lebih doyan makan sayur, kalau makan sop yang satu ini mah.... Pasti habis diseruput......
Silahkan mencoba...
Dalam teori dan pemikiran politik Islam, ada tiga gelar simbolik yang
disematkan kepada beberapa orang yang melaksanakan tugas-tugas
kepemimpinan dalam pucuk elite kekuasaan. Yaitu, al-imâm, al-khalîfah,
dan amîr al-mukminin. Ketiga gelar simbolik ini telah pernah memainkan
peran penting pada roda kepemimpinan dalam sejarah perkembangan Islam.
Berikut ini beberapa penjelasan singkat tentang hakikat makna setiap
gelar simbolik tersebut.
Al-Imâm. Dalam bahasa Arab, kata imam dalam berbagai bentuknya
mempunya beberapa arti, seperti: tujuan atau maksud (al-amm), jalan
dan agama (al-immah), Ibu dan Bendara (al-umma), Pemimpin yang
diangkat oleh kaumnya (imam).
Imam juga berarti seorang pemimpin atau orang yang berada di muka.
Menurut Thaba'thaba'i, imam adalah gelar yang diberikan kepada
seseorang yang memegang pimpinan masyarakat dalam suatu gerakan
sosial, atau suatu ideologi politik, atau suatu aliran pemikiran
keilmuan atau keagamaan. Murtadha Muthahhari berpendapat, bahwa imam
adalah pribadi yang memiliki beberapa pengikut, terlepas dari
kenyataannya apakah dia saleh atau tidak. Dalam Al-Quran disebutkan,
"Kami telah menjadikan mereka itu sebagai imam-imam yang memberi
petunjuk dengan seizin Kami." (Al-Anbiyâ': 73). Jadi secara harifiah,
imam adalah seorang pemimpin.
Boss bicara dengan sekretarisnya:
"Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap."
Sekretaris telepon suaminya:
"Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya."
Suami telepon kekasih gelapnya:
"Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu?"
Kekasih gelap bilang terhadap anak kursusnya:
"Nak, ibu punya banyak kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama
seminggu."
Ibnu Sammak memberi nasehat ketika bertemu dengan Khalifah Harun aIRasyid. Saat itu Harun sedang merasa haus dan meminta segelas air. Maka, Ibnu Sammak bertanya, “Seandainya Anda dicegah atau tidak mampu untuk minum air itu, apakah Anda akan menebusnya dengan separuh kerajaanmu?” Harun menjawab, “Ya.” Setelah selesai minum Ibnu Sammak bertanya lagi, “Jika Anda dicegah atau tidak mampu untuk mengeluarkan air yang telah Anda minum dalam perutmu berupa kencing, apakah Anda rela membayar dengan separuh kerajaanmu yang lain?” Harun menjawab, “Ya.” Ibnu Sammak pun berkata, “Tidak ada artinya sebuah kerajaan yang nilainya tidak lebih berharga dari segelas air.”
(Kisah dialog antara Ibnu Sammak dengan Khalifah Harun Al Rasyid)










