Tips Perawatan aglaonema "ala fai-kao.com"

Oleh: dedemeki

Artikel ini dibuat untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam hal teknik atau tata cara perawatan Aglaonema.

Sebagaimana kita ketahui, masalah perawatan aglaonema berbeda-beda tiap hobiis dan nursery. Perawatan Aglaonema yang kami paparkan di sini adalah perawatan aglaonema yang selama ini dilakukan oleh Kami Kaoru Florist (www.fai-kao.com), (yang menurut kami) yang telah memberikan hasil yang menggembirakan dimana pertumbuhan aglaonema-aglaonema di kebun tempat kami bercengkrama dengan Sang Ratu daun ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Dan kami menyebutnya ”Perawatan Aglaonema Ala Fai-Kao.com. Adapun photo-photo yang terlampir ini adalah photo-photo yang diambil dari beberapa aktifitas kami yang lakukan sendiri.

I. MEDIA TANAM
Pendahuluan
Pertama-tama mari kita tinjau persoalan media tanam. Masalah media tanam bisa dibilang termasuk faktor paling utama, karena merupakan media dimana sang ratu daun akan hidup.


Penggunaan Media yang tepat dan sesuai membuat aglaonema tumbuh lebih subur, lebih sehat dan lebih berkembang sesuai dengan fisiologis tanaman / jenis aslinya. Menurut beberapa literatur, faktor keasaman media tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan aglaonema itu sendiri juga mempengaruhi ketahanan terhadap serangan penyakit tanaman, terutama yang disebabkan oleh jamur (fungi) dan bakteri (bactery).


Media tanam yang terlalu asam (indikator faktor keasaman pH yang kurang dari dari 7), akan membuat aglaonema lebih mudah terserang penyakit, karena penyebab sakit tersebut (jamur atau bakteri) lebih mudah tumbuh berkembang di dalam media seperti ini. Adapun salah satu diantara sebab media menjadi asam diantaranya media terlalu lama menahan air, dengan kata lain kondisi media terlalu sering dalam keadaan ”becek” atau bisa juga terdorong oleh air hujan yang kebetulan untuk daerah tertentu dan waktu tertentu yang bisa menyebabkan keasaam tanah meningkat.


Media tanam memang banyak ragamnya, tergantung selera, pengalaman pribadi orang-perorang dan juga tergantung iklim tertentu, serta bisa juga karena keawaman penggunaannya. Menurut kami, media tanam yang ada dipasaran termasuk media tanam hasil racikan media racikan dari kami (media tanam fai-kao.com), bukanlah media yang ”mutlak” harus digunakan. Beberapa pengalaman orang-orang tertentu, penggunaan media tanah asli juga bisa membantu juga, dan tidak harus terlalu ”diistimewakan”. Akan tetapi, tujuan atau goal tiap orang memelihara aglaonema tentu banyak ragamnya, ada yang sangat ingin akarnya banyak saja sehingga yang bersangkutan berfikir, masalah anak/tunas dan pertumbuhan akan berjalan alami selama akar tumbuh cukup dan sehat. Ada juga yang ingin mendapatkan anakan atau tunas lebih cepat, ada juga yang menginginkan corak warnanya konsisten, tetapi ada juga yang ingin coraknya berubah lebih merah, atau lebih hijau atau bahkan yang ada yang ingin berubah total yang disebut mutasi dan yang terakhir sebagian orang lain adalah kekhawatiran penggunaan media yang salah karena sang Ratu daun yang mahal harganya (relatif).


Perbedaan pemakaian media untuk tujuan dan pengetahuan yang berbeda-beda merupakan sesuatu yang wajar, oleh karena itu, disini, fai-kao.com bermaksud menyajikan media tanam versi fai-kao.com untuk dijadikan alternatif pilihan untuk digunakan.

Media tanam fai-kao.com
Media tanam yang kami gunakan adalah media tanam hasil racikan sendiri. Di awal-awal pembudidayaan aglaonema, kami telah mencoba beberapa jenis komposisi racikan, dan sampai dimana kami telah menemukan dan sedang  menggunakan racikan media tanam sendiri yang terakhir (baca: paling mutakhir).
Media tanam racikan ini kami rancang di awal dengan tidak dimulai dari angka prosentase komposisinya, sehingga kadang kami bingung sendiri, sebenarnya berapa persen (%) komposisinya...? Tetapi setelah di periksa dan diamati, kurang lebih seperti berikut alternatifnya:

  • Pakis kasar, kualitas prima, tandanya berwarna hitam, getas (kalau dipatahkan mengeluarkan suara “krek!”), porsi kurang lebih 60%
  • Sekam bakar porsi kurang lebih 15%
  • Sekam mentah 10%  (untuk daerah yang kelembabannya tinggi bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan)
  • Pasir malang 15%
  • Jika diperlukan tambahkan sedikit pupuk kandang  (kurang lebih 5% dari total volume media yang telah diracik) – tetapi kadang kami tidak menggunakannya. Juga bisa menggunakan humus kering misal berupa angdam kasar, ranting dan daun lamtoro.
  • Dan jika diperlukan lagi (kadang-kadang kami menggunakannya) ditambahkan Zeolite (merk Zn) kurang lebih 2-3%
  • Sebelum digunakan, diharuskan dijemur seharian, sedemikian hingga media yang akan diracik benar-benar telah kering kerontang.

Media tanam hasil racikan ini menghasilkan media yang sangat poros, sehingga andaikan disiram dengan jumlah air yang banyak sekalipun bahkan menggunakan kucuran air langsung dari keran juga tidak bermasalah, karena air tersebut akan langsung mengalir keluar di bawah media. Dengan kata lain akan sangat poros.
Keuntungan dari media ini diantara yang kami peroleh berupa kondisi aktual adalah:

  • Media tidak cepat lembab dan terhindar dari keasaman media yang konon mengundang jamur dan penyakit
  • Kemampuan media menahan air sangat kecil, sehingga bagi yang senang melakukan siram-siram tanaman, tidak perlu khawatir akan kondisi lembab media, dengan kata lain, mau melakukan penyiraman tiap hari pun tidak masalah
  • Pergerakan akar-akar baru terfasilitasi dengan mudah, atau dengan kata lain, pergerakan akar baru bisa sangat leluasa bergerak memanjang dan membesar sesuai dengan kondisi tanaman
  • Pergerakan tunas/calon anak, setelah keluar dari bonggol, bisa bergerak lebih mudah tanpa harus menembus media yang ”memadat”.
  • Ketika hujan turun, untuk aglao yang disimpan dibawah paranet /shade net dan tanpa plastik UV, tidak usah khawatir, karena air hujan yang membasahi media, akan langsung keluar karena sangat poros medianya.

Kekurangan dari media ini diantaranya:
Bagi pemakai yang “malas” melakukan penyiraman, karena media tanam cepat kering. Solusinya, jangan terlalu jauh jarak waktu penyiraman, dan jika tidak bisa dihindari, tambahan media sekam bakar 10% lagi, atau dengan cocopeat, tetapi dengan porsi yang sangat-sangat sedikit (karena kami tidak menyukai penggunaan cocopeat ini). Tetapi kekurangan ini bukanlah menjadi suatu kekurangan andaikan kita bisa menjaga waktu penyiraman.

Dan andaikan dari para pembaca ada yang berminat untuk memesan media tanam hasil racikan kami sendiri, bisa order, paling tidak 2-3hari sebelumnya, karena kami akan meracik media berdasarkan keperluan, jadi, kami tidak membuat untuk stok dengaan harapan media yang akan diterima oleh peminat adalah media tanam yang benar-benar baru atau “Fresh”. Selain itu, khusus untuk jenis pakis yang kami gunakan, tidak sembarang pakis, tetapi pakis yang “menurut kami” layak dan berkualitas yang akan kami gunakan, sehingga andaikan stok pakis yang yang ada dipasaran tidak ada yang memenuhi kriteria (menurut kami), mungkin stock akan terhambat karena kami tidak biasa “memaksa” meraciknya dengan pakis yang seadanya.

Permasalah dalam berjualan media ini adalah di pengiriman, sehingga bagi pembaca yang berminat silahkan hubungi dede 081385317086 atau dedemeki@centrin.net.id dan diharapkan diambil sendiri (di lokasi kebun di Parung bogor atau di rumah di depok atau di tempak bekerja di pancoran jakarta selatan). Di jual atas pesanan ukuran karung 20kg dengan harga Rp. 30ribu per karung.

Prinsi kami yang berkenaan dengan media tanam aglaonema adalah, Kami menyadari bahwa media racikan ini memang bukanlah media tanam aglaonema nomor 1(satu) di dunia dan tidak memiliki jaminan tertentu, tetapi selama kami berkecimpung dengan aglaonema, dengan beberapa kali menggunakan media tanam baik yang telah ada di pasaran maupun yang telah kami racik sebelumnya (trial and error), kami merasakan media yang terakhir ini, yang telah memberikan keyakinan kepada kami untuk mendapatkan aglaonema yang lebih sehat, tumbuh subur, corak dipertahankan, perakaran tidak terhambat serta sedikit banyaknya telah memberikan hasi berupa “produksi” (baca: perbanyakan) agalonema.

II. METODA PENYIRAMAN AGLAONEMA ALA FAI-KAO.COM
Metoda penyiraman yang biasa kami lakukan yang sudah pasti menggunakan Baode sebagai ZPT (Zat Pengatur Tumbuh – Fithohormone) dan Pupuk unggulan Kami, yang telah memerikan hasil yang tidak mengecewakan apalagi menyakitkan dan bahkan menyenangkan hati. Bagaimana tidak, aglaonema yang mau “Die” saja bisa diusahakan untuk survive lagi, juga aglaonema yang sedikit akar, dalam kurun waktu dibawah 1½  bulan, akar baru bisa mampu keluar, serta yang tak kalah penting adalah penambahan daun dan kecerahan corak daun serta kesegaran sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Termasuk juga untuk perawatan yang khusus untuk aglaonema yang baru datang dari luar masuk ke kebun, baik itu aglaonema lokal maupun aglaonema import, sudah dipastikan tahap pertama adalah  kami mengganti media tanamnya dengan media racikan kami kemudian akan kami perkecil pemakaian potnya sedemikian sehingga proporsional.
Adapun metoda penyiraman yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Nomor satu yang paling utama, adaah sebelum memulai penyiraman, berdo’alah kepada Sang Hakikat pemilik Aglaonema ini, yaitu Tuhan yang Maha Pencipta, Maha Pengatur dan Maha Hidup, bahwa Kita melakukan penyiraman ini dalam rangka ikhtiar untuk merawat ciptaan-Nya dan berharap berhasil mendapatkan aglao yang segar, sehat, tumbuh subur, beranak-pinak dan terhindar dari serangan penyakit. Nomor Wahid ini jangan sampai dilupakan.
  2. Untuk pemakaian Baode akar, kami lakukan penyemprotan seminggu sekali dengan takaran serbuk putih sebanyak kurang lebih sebesar ”pentol korek api” untuk ukuran 1 liter air, dikocok sampai larut dan disiramkan ke media sampai basah atau tiris. Apabila air yang keluar di bawah pot (hasil tiris tersebut) mau digunakan lagi, maka bisa ditampung dalam wadah, dan bisa dipakai untuk menyiram media untuk tanaman yang lain. Lebih jelasnya silahkan lihat photo berikut urutannya.
  3. Untuk pemakaian Baode Daun kadang kami menggunakan dengan 3 metoda dan hasilnya relatif sama. Sebagai berikut:

 

  • Serbuk coklat Baode Daun diambil sebanyak kurang labih 2-3pentol korek api, lalu dilarutkan dengan air dalam botol air mineral ukuran 600ml, dikocok sampai larut, sehingga diperoleh larutan “biang” berwarna “kecoklatan”. Untuk dosis ini, bisa ditingkatkan bertahap sesuai dengan keinginan, dengan kata lain, dosis lebih tinggi tidak berefek negatif, bahkan bisa lebih bagus hasilnya. Dari “biang” tersebut, diambil 3-5tutup botol air mineral tersebut kemudian dilarutkan lagi dengan air 1 liter atau lebih untuk sekali penyiraman. Dan dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari. Penyiraman ini dilakukan dengan cara disemprotkan ke permukaan daun atas dan bawah serta batang dengan “sprayer” (mirip pengkabutan)
  • Untuk cara kedua, seperti halnya nomor (a) di atas tetapi si “biang” dalam botol air mineral tersebut, dibagi 6 atau 7 bagian, dimana 1 bagian digunakan untuk sekali penyiraman dengan cara yang sama.
  • Untuk cara ketiga, larutan baode daun ukuran 1-2pentol korek api tersebut langsung dilarutkan dengan air 1-2liter dan dilakukan seminggu sekali disemprotkan sampai basah ke daun dan ke media tanam. Seminggu sekali dilakukan diantara pemakaian baode akar.

4. Dalam pertengahan minggu atau 3 hari setelah penyiraman baode akar, sudah dipastikan media akan kering (bergantung cuaca) sehingga untuk menjaga kelembaban media yang cukup, dilakukan penyiraman media sampai basah/tiris dengan air bersih biasa, atau dengan kata lain diguyur air.  5.    Dalam kurun waktu sebulan atau 2 minggu sekali, baik dilakukan bersamaan dengan baode daun, larutan untuk penyiraman ditambahkan nutrisi unsur micro ½ dosis dari yang tertera dalam produk. Untuk pemenuhan unsur micro ini, Kami menggunakan merek METALIK. Selain itu, kami juga menambahkan kebutuhan calsium yang ditambahkan sedikit. Merek yang digunakan adalah Growmore Calcium. Tetapi untuk penambahan calsium ini kami gunakan kadang-kadang berpola “seingat-nya” saja. Kadang sebulan sekali kadang 2 bulan. Tetapi untuk tanaman yang kelihatannya ada gangguan penyakit atau ketika musim hujan, kebutuhan akan calsium menjadi perhatian.

 

Untuk penggunaan pupuk lain (bagi yang mau menggunakan), kami juga menggunakan pupuk slow release pada saat repotting baik itu merek Osmocote maupun dekastar, dan kami menggunakan yang berimbang (13-13-13+TE) sedangkan untuk merek osmocote (original import – dijual dalam toples), karena tidak mendapatkan yang berimbang, kami gunakan dengan unsur N (nitrogen) yang lebih tinggi tetapi tidak terlalu tinggi (19-6-12). Selain pupuk slow release, kami juga kadang-kadang menambahkan hyponex berimbang 20-20-20 sebulan sekali atau 2 minggu sekali dengan dosis rendah. Dan dilakukan bisa bersamaan dengan baode daun.
Berikut gambaran pelaksanaanya dengan photo:

 

III. Repotting atau penggantian media dan/atau pot
Repoting atau penggantian media tanam dengan yang baru dikarenakan beberapa hal, diantaranya dengan alasan ukuran pot terlalu kecil atau terlalu besar atau karena memang media tanam sudah mencapai umur 5-6bulan.
Kami biasa mengganti media tanam bisa 5-6bulan sekali atau bahkan bisa 8-10bulan sekali. Tetapi kalau penggemar aglaonema dengan jumlah tanaman yang lebih sedikit mungkin bisa lebih terkontrol dan lebih optimun dilakukan repoting 4-5bulan sekali.
Sebagai sharing, pengguna baode seperti kami, pada saat repoting, media tanam yang lama akan terlihat lebih hancur dikarenakan kemampuan baode akar menguraikan unsur organik di dalam media untuk dijadikan hara. Silahkan dibuktikan.

Adapun urutan repoting cara fai-kao adalah sebagai berikut:

  1. Sudah tentu pertama kali, berdo’a terlebih dahulu kepada Tuhan yang Maha Pencipta Maha Pengatur dan Maha Hidup.
  2. Siapkan material-material yang diperlukan, aglaonema itu sendiri, baode daun atau akar, media baru, pot pengganti (atau tidak diganti) yang lebih pas/proporsional (jangan terlalu besar) dan pupuk slow release yang dipilih.
  3. Siapkan pot dengan styform di bagian bawah secukupnya. Pengganti styform bisa menggunakan pecahan genting atau bata merah atau arang.
  4. Masukkan media ke pot secukupnya, kurang lebih 1/3 atau ¼ pot.
  5. Lepaskan aglao dari pot dengan hati-hati. Pegang batang aglao dekat media diapit jemari, miringkan pot dan lepaskan aglao dari pot. Lepaskan Media yang melekat di bonggol dan akar aglao dengan hati-hati. Atau dengan cara direndam dalam air, sehingga media yang nempel akan lepas sendiri.
  6. Masukkan aglao ke dalam pot tersebut hingga di tengah-tengah, dan taburkan media diatas perakarannya sedikit demi sedikit tetapi belum sampai penuh.
  7. Taburi pupuk slow release yang dipilih, kurang lebih sesendok teh (disesuaikan dengan ukuran tanaman)
  8. Tambahkan media sedikit demi sedikit sampai penuh.
  9. Untuk memadatkan gunakan dengan cara pot samping di pukul-pukul sehingga media turun sendiri dengan gravitasinya. Peringatan! JANGAN memadatkan media dengan cara ditekan-tekan dari atas/permukaan media.
  10. Setelah cukup, siram media dengan air baik, dengan cara disemprot atau dituangi air atau dengan air dari slang keran air langsung sampai basah kuyup, untuk membantu memadatkan dan membagi media ke sela-sela akar.
  11. setelah tiris, semprot media dengan menggunakan larutan baode akar atau daun.
  12. Repoting selesai...


Berikut photo-photo tahap-tahap repoting aglaonema :
    

IV. Perawatan dari serangan jamur dan bakteri
Serangan jamur dan bakteri, merupakan dua hal yang paling ”menakutkan” terhadap aglaonema kita. Serangan penyakit ini memang tidak diundang, dan sebab-sebabnya juga bisa bermacam-macam yang tentu tidak bisa dilihat. Sehingga tindakan pencegahan / preventif lebih utama dari pada mengobatinya.

Kadang penularannya dari sesama aglaonema yang sakit, atau dari tanaman lain sekitar lingkungan tempat kita, atau yang melalui media yang asam, bisa juga dari pengaruh penularan melalui tangan yang telah menyentuh tanaman lain yang sakit.
Untuk tindakan pencegahan / preventif, kalau dilihat dari literatur Bao De ini sendiri (en.baode.cc), dari hasil penelitian Unversitas California Amerika, menghasilkan diantaranya, baode memiliki kemampuan untuk bisa melakukan tindakan preventif untuk pencegahan dari serangan jamur dan bakteri.  Seperti tertulis dari pihak bersangkutan: ”……Prevent and resist diseases, promote crops to grow. BDTM fungus through the competition of space and nutrition, suppress harmful microorganism such as pathogen to breed; through resisting function, kill or suppress pathogens, form a biological barrier in root border, prevent the invasion of pathogens, fixing, play a role in reducing disease (especially the soil-spread disease). Test by The American California University, it indicates BDTM can prevent the following germinas and virus from infract crops: Bacterium: Erwina Hrysanthemi, Clavibacter Michiganense, Pseudomonas Solanceraum, Xanthomonas, Erwinia Carotovora, Pseudomonas Syringae, Eriwinia Carotovoral Subsp Carotovra, Xanthomonas Campestris Pv Oryzae, Pseudomonas Syringe Pv, Lachrynians. Epiphyte: Aspergillus, Chaetomium sp., Phytophthora Citrophthora, Phytophthora parasitica, Phythium Ultimum, Phytophthora cinnamomi, Bipolairs sp., Colletotrichum Magna, Verticillium Albo-atrum Phytophtora Cactorum, Rhizoctonia Solani, Verticillium sp., Pyrhium Aphanidermatum, Sclerotium Rolfsii Fusarium Oxysporum, Cephalosporium sp., Phytophthora Cirticola, Verticillium Dahliae, Fusarium Oxysporum f.sp.niveum, Pellicularia Sasakii,Phytophthora Parasiti Virus: Tobacco Mosaic virus, Potato virus, Cucumber Mosaic virus, etc……

In the pathogen above, a great part is a pathogen of the main disease of crops…….”
 (sumber http://en.baode.cc )

Tetapi bukan merupakan jaminan, karena Baode tidak dibuat sebagai anti jamur atau anti bekteri (obat anti bakteri/jamur pun tidak menjamin juga). Akan tetapi, selama ini, penggunaan anti jamur dan anti bakteri di tempat kami, bisa dibilang tidak menggunakannya, kami berusaha untuk “mengandalkan” support lain dari baode saja, dan hasilnya bisa dibilang support untuk pencegahan.
Bagi pembaca yang mau dan lebih yakin dengan anti jamur dan bakteri dipasaran, berikut saran dari kami  (kalau boleh disarankan):

  1. Untuk tindakan pencegahan baik terhadap jamur mapun bakteri, gunakanlah 2 minggu sekali atau sebulan sekali dengan dosis setengah dari yang tertulis di produk.
  2. Untuk pencegahan, gunakan anti jamur (fungisida) atau anti bakteri (bacterisida) yang bertuliskan NON SISTEMIK dalam kemasannya. Untuk katagori non-sistemik ini memang diperuntukkan untuk pencegahan terhadap serangan penyakit kepada aglaonema yang sehat jadi bukan untuk menyembuhkan!.
  3. Untuk pengobatan aglaonema yang telah terserang penyakit oleh sebab atau jamur, harus diperhatikan ciri-ciri serangannya, apakah oleh sebab jamur atau  bakteri, jangan sampai penyakit karena jamur mengobatinya dengan bacterisida juga sebaliknya. Untuk itu silahkan cari referensi yang lebih ahli agar serangan penyakit benar-benar bisa dideteksi sebab-sebabnya, agar menggunakan obatnya bisa tepat sasaran. Jamur-kah atau Bakteri-kah?
  4. Untuk pengobatan aglaonema yang telah terserang, setelah diketahui penyebabnya jamur atau bakteri, gunakan bakterisida atau fungisida yang bertuliskan SISTEMIK dalam kemasannya. Untuk jenis SISTEMIK ini, memang dibuat untuk membantu proses penyembuhan bukan pencegahan!
  5. Sebelum mengobati agalonema dari serangan penyakit, terlebih dahulu lakukan pembongkaran media dan HARUS diganti dengan yang baru. Pada bagian-bagian yang terserang HARUS dibuang terlebih dahulu, baik itu daun, ataupun akar ataupun bonggol. Setelah itu, cuci bersih semuanya, kemudian rendam bagian akar dan bonggol dengan larutan bakterisida atau fungisida SISTEMIK atau bila perlu rendam semua bagian tanaman selama 15-30menit. Setelah itu, tanam kembali aglaonema setelah direndam dalam media yang bari dan sirami/guyur media dengan larutan bakterisida atau fungisida SISTEMIK. Setelah itu simpan di tempat teduh, tetapi tidak terlalu teduh dan tidak lembab. Setelah 2-3 hari, sering-seringlanh dijemur pagi sampai menjelang siang. Tidak dilakukan penyiraman selama 1 minggu dari hari pertama.
  6. Untuk merek dagang, Bakterisida sekaligus fungisida SISTEMIK dalam satu kemasan diantaranya adalah Bactocyn. Bisa digunakan alternatif pilihan yang tidak membingungkan antara serangan sebab jamur atau bakteri.
  7. Sedangkan untuk hama-hama lain seperti serangga dan lain-lain, gunakan obat tanaman yang bertuliskan KONTAK LAMBUNG LANGSUNG. (tidak dibahas disini)

Peringatan! Untuk pengguna baode, penggunaan bakterisida ataupun fungisida, HARUS berselang 5 hari dari penggunaan Baode Akar.

V. Penutup
Demikian tips dari www.fai-kao.com semoga bermanfaat bagi kita semua, segala kritik, saran, tambahan, atau ide yang lebih inovatif, kami terbuka dan silahkan kontak ke dedemeki@centrin.net.id
Termasuk apabila ada pertanyaan-pertanyaan silahkan.
Uraian terakhir dari kami adalah disini kami menyajikan untuk berbagi informasi untuk kepentingan kalangan sendiri, sehingga sesama penggemat aglaonema, kita bisa tetap semangat dan tidak cepat putus asa dari pengalaman sebelumnya. Semoga informasi ini sangat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Untuk produk selain Baode yang tersebutkan di atas, kami tidak memiliki hubungan apapun dengan produsennya. Apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan atau bahkan tidak bermutu, kami sampaikan mohon ma’af, semoga kritikan dari pembaca yang membangun bisa membantu meningkatkan kualitas penulisan ini.  Salam Aglaonema sang Ratu Daun...

Wassalam

Penulis

Dede Meki Mekiyanto
Kaoru Florist
www.fai-kao.com
www.keboen-online.com
dedemeki@centrin.net.id
081385317086

_______________


artikel bagus om..bisa

artikel bagus om..bisa dipraktekanm moga bisa sukses merawat+membiakan aglo kayak om. selama ini yang sering terjadi pad a agloku ya penyakit busuk akar dan batang.salam


Gimana caranya biar warna

Gimana caranya biar warna merah lebih dominan ?Lalu, berapa persen yang diperbolehkan untuk menggunakan campuran tanah sebagai media ? Terima kasih ya !
 


Terima Kasih pak Zul dan Pak

Terima Kasih pak Zul dan Pak Unggul telah membaca blog saya,

Pak Zul, sekedar share, Untuk penanganan busuk akar dan batang, itu mengeluarkan lendir kan? kalau busuk berlendir, tepatnya itu kena bakteri (biasanya erwinia carotovora). Cara saya adalah, buang busuknya dulu sampai diperoleh permukaan yang putih, Rendam semua bagian aglao ke dalam larutan bactocyn (bukan promosi), dan Kemudian lakukan repoting dengan cara seperti di atas. KHUSUS untuk patah batang atas, sehingga sang induk tidak memiliki akar sama sekali, lakukan sbb:

1. setelah batang induk tanpa akar tsb dibersihkan dari noda busuk, lalu rendam dengan bactocyn.

2. Setelah direndam, tanam atau tancapkan ke dalam tanah merah dalam pot kecil, kemudian siramkan bactocyn ke dalam tanah merah.

3. Setelah 6 hari, tanah merahnya siram dengan Baode Akar sampai basah.

4. setelah 3 hari kemudian, lakukan perawatan sebagaimana biasa seperti tertera di atas.

5. Semoga berhasil

 

Tetapi untuk potong pucuk / penggal induk yang sehat (patah bukan karena sakit), dengan induk tanpa akarm dilakukan sama seperti urutan di atas, tetapi setelah di tanam di tanah merah TIDAK disiram pakai bactocyn, tetapi langsung baode akar saja. Sebagai contoh, perhatikan photo di bawah hasil percobaan kami di kebun setelah potong pucuk sekitar 2 bulan....

Untuk Pak Unggul,

Mencerah kan warna aglaonema adalah dengan menjaga kebutuhan dasar dari aglaonema itu sendiri: kalau tips dari kami diantaranya:

1. Cobalah menggunakan Baode sebagai ZPT dan penyubur kondisi media serta pentralisir pH

2. Lakukan perawatan dan media seperti yang tertera di atas.

3. dalam perawatan, jangan lupa untuk perhatikan media tanam, jangan "becek", Jangan lupa supply micro (merek METALIK) 2 minggu sekali 0.5ml / liter air, juga macro berupa NPK berimbang 20-20-20. Sesekali supply kebutuhan calcium (merek Growmore CALCIUM)

4. Khusus untuk aglao Merah full, jangan terlalu kena terik matahari.

5. Perhatikan penempatan, pencahayaan, sirkulasi udara

 

Demikain "hanya tips saja" bukan "mengharuskan" dan "bukan jaminan harus begitu" karena..... semua bergantung dari maha pencipta, karena kita hanya berikhtiar.

semoga membantu

WAssalam

dede

www.fai-kao.com

 


Assalamu'alaikum, Saya

Assalamu'alaikum,
Saya sangat senang membuka URL ini. Tip2nya sangat bermanfaat, apalagi disertai contoh...strategi bisnis yang bagus sekali, jadi tdk membohongi pembeli/langganan. Saya di Pulau Pinang Malaysia, dekat dgn Thailand, jadi aglonema yg d kita mahal2 disini agak sdkt lbih murah....memang benar media tanam menyesuaikan daerah. Disini sangat banyak yg menggunakan campuran arang kasar, sabut kelapa yang dipotong2 1cm X 1cm, cocopiet, dan sdkt tanah. Hasilnya bgus2. Daun jadi lebar, dan cerah, juga anakan menjadi banyak. Nah....pada saat pemindaan tunas baru sih tdk ada masalah (4-5 daun), tetapi kalo pemotongan batang, kok lama tumbuhnya, bisa mencapai 1 bulan atau lebih.....mengapa dan bagaimana solusinya ya.....
Terimakasih
Wassalam


Wa'alaikum salam Pak

Wa'alaikum salam Pak Teguh,
Mohon ma'af baru bisa reply...
Untuk pemotongan batang atau tepatnya perbanyakan aglaonema dengan vegetatif stek batang, memang memerlukan waktu yang lebih lama. Karena diantara faktor yang paling utama adalah keadaan batang tersebut sebelum pemotongan, karena kita tidak mengetahui dengan pasti keadaan batang sebenarnya, maksudnya, apakah di "sedang" benyak menyimpan makanan atau "sedang"  kurus atau sedang sakit, sehingga kemampuan untuk mengeluarkan tunas dan atau akar baru di batang sendiri memerlukan energi yang sangat besar, karena memcahkan jaringan dengan sendiri..
Mungkin itu pendapat saya, jadi kalau lama tetapi berhasil, itu sudah merupakan rejeki pak, tidak jarang yang berhasil dari stek batang.
terima kasih dan semoga berkenan
salam
dedemeki
www.fai-kao.com
 


Saya punya tanamana Tacca

Saya punya tanamana Tacca Chantrieri ( Bat Plants ) kalau ada yang berminat hub 02192461208


Saya punya tanaman tacca

Saya punya tanaman tacca Chantreari ( Bat Plants ) dan Xhantosoma Wendlandii, kalau ada yang berminat hubungi 021-92461208


Kepada yang belum mengetahui

Kepada yang belum mengetahui bactocyn yang telah kami sebut di atas,

berikut gambarnya. dan bisa di beli di toko-toko pertanial


ass wrwb mas dede! saya

ass wrwb mas dede! saya punya disinfektan mereknya puanmor berbahan aktif chlor,kira kira cocok ga buat aglonema saya? soalnya saya dengar aglo ga tahan dengan air yang mengandung kaporit, kaporitkan juga mengandung chlor.


Wa'alaikum salam wr.

Wa'alaikum salam wr. wb.
Sebagian orang ada yang biasa menggunakan puanmor untuk bacterisida.
Untuk hubungan antara kerugian ataupun menguntungkan tidaknya chlor dengan Aglaonema, mohon m'af pak saya tidak memahaminya. Mungkin ada pembaca lain yang memiliki pengetahuan yang mumpuni?
setahu saya, masalah kaporit, aglao bukan tidak tahan terhadap kaporit, cuman kalau terlalu sering menggunakan penyiraman dengan air PDAM yang mengandung kaporit, sebagian peng hobi menyarankan untuk menggunakan air tanah.
Demikian yang bisa saya sampaikan, mohon ma'af kalau tidak memuaskan.
wasslam
Dede


Assalamu'alaikum Apakah bisa

Assalamu'alaikum
Apakah bisa jika kita ingin merubah warna pada daun aglaonema. Misalkan dengan menambah pigment warna biru atau dengan metoda lain.
Terima Kasih


Wa'alaikum salam pak

Wa'alaikum salam pak Yuda,
Sebelumnya saya mohon ma'af, karena saya bukan pakar pertanian, dan bukan ahli fisiologis tanaman, jadi saya tidak tahu kalau ada perlakukan yang mungkin bisa merubah warna aglaonema. cuman setahu saya, itu belum bisa, karena dasar dari aglaonema itu sendiri memiliki warna tersendiri yang diteruskan kepada generasinya yang bergantung dari dominansi warna tertentu.
trims
salam
dede


Saya punya tanaman hias

Saya punya tanaman hias Tacca Sp, asal dari Bangka belitung, bunganya seperti angrek. Waktu beli dipameran tanaman kelihatan sehat, tapi sekarang jadi kelihatan layu. Apa saya bisa dapat saran media apa yang sebaiknya saya gunakan. Dan dimana sebaiknya saya tempatkan tanaman ini.


mas febri  yang dari

mas febri  yang dari bangka..
setahu saya tacca itu tanaman manja...sensitiv banget dengan perubahan suhu...biasanya yang saya lakukan kalo tacca nya ngedrop gitu..bisa dilakukan penyungkupan dengan plastik bening dan diletakan ditempat  yang sueeejuk....bisa pilih dengan sungkup tunggal or masal....kalo udah seger baru sunggkup dibuka dikit demi sedikit per harinya..biar adaptasi dulu...kalo mau extreme lagi bisa di potong semua tuh daun ampe gakda sisa...hehehe....sayang yah...daunya juga cakep kayak anthurium...itu tacca centrieri or integrifolia? atau tacca Nivea ..kalo nivea saya mau tuh...kita bisa barteran ama tacca integrifolia asli JAMBI..foto bisa diliat dihttp://indonetwork.co.id/dinda_nursery
nb : mas dede gimana kabarnya?....saya cuma bantu2 dikit...mudah2an bisa membantu temen kita mas febri
 


Assalamu'alaikum Subhanallah.

Assalamu'alaikum
Subhanallah.....Bravo!!!!!! Hebat ya A Meki.....Sukses!!! A, saya hobi jg berkebun, tp gak punya kebunnya he he he...
sedikit lahan pekarangan saya manfaatkan untuk menyalurkan hobi, tp ya...tanamannya standar aja...yg penting menyejukkan pandangan. Satu pertanyaan saya, apakah fai-kao florist menyediakan jasa perawatan tanaman?
Misalnya ada tanaman saya yg perlu perawatan, saya bisa bawa ke rumah di BDN ato minta staf (ceilee)nya yg ke rumah saya. begitu. gimana?
Salam untuk keluarga (teh Ana, Faikar, Kaoru) he he he


Wa'alaikum salam

Wa'alaikum salam wr.wb...
Aduh.... Abdi teh saha atuh ini teh...? cing atuh saha...?
Rompok atos pindah euy ka Rivaria...
 


boss, ide bagus itu, membuat

boss,
ide bagus itu, membuat semacam klinik taneman
kan bos ahlinya, hehe, ahli merawat taneman dari yg hampir koit di sabar sabarib jadi gak koit
saya tunggu realisasinya boss, biar saya juga bisa membawa taneman saya kerumah
 


tuh kan A.....ada permintaan

tuh kan A.....ada permintaan dr yg laen jg...untuk buka klinik. O ow....sekarang di rivaria? ck ck ck ck........ huebuat pisan. tetanggan ma gusti randa dong. alamat lengkapnya yah, kl gak publish ya diemail jg boleh lah. hatur nuhun

Salam RsJ-31


Salam Kenal

Salam Kenal


Pak salam kenal, saya pemula

Pak salam kenal, saya pemula mendapatkan bantuan tanaman hias berupa aglaonema ada sekitar 150 pot, tapi belum bisa merawat dan ini terserang kutu putih yang menyebabkan busuk akar, busuk batang dan bercak daun, mohon saran karena sangat darurat dan saya adalah seorang guru matematika jadi kurang tahu tentang tanman,terima kasih


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.